Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

II. PEMBAHASAN
A. Teori-teori yang Mendukung Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions (STAD).
Tipe ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan-kawannya dari Universitas John Hopkins. Tipe ini merupakan salah satu tipe kooperatif yang menekankan pada adanya aktifitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.
Model pembelajaran kooperatif tipe ini didasarkan pada teori belajar vygotsky (1978, 1986) yang menekankan pada interaksi sosial sebagai sebuah mekanisme untuk mendukung pekembagan kogitif. Teori teori tersebut diantaranya :
1. Teori Motivasi, memfokuskan pada penghargaan atau struktur tujuan dimana para siswa bekerja mengidentifikasi tiga struktur tujuan yaitu kooperatif, kompetitif, dan individualistik.
2. Teori Kognitif, Menekankan pada pengaruh dari kerjasama itu sendiri, Vygotsky yakin bahwa fungsi mental yang lebih tinggi akan muncul dalam percakapan atau kerjasama antara individu.
STAD terdiri atas lima komponen, yaitu:
1. Persentasi kelas, materi yang diperkenalkan seperti halnya dilakukan oleh guru tetapi bedanya haruslah berfokus pada unit STAD.
2. Tim, terdiri dari 4 atau siswa dengan keheterogenan dalam artian jenis kelamin dan kinerja akademik berbeda-beda. Fungsi utama dari tim adalah memastikan bahwa semua anggota kelompok harus benar-benar bekerja dengan baik.
3. Tes, para siswa mengerjakan kuis-kuis individual.
4. Rekognisi tim, tim akan mendapatkan penghargaan apabila skor rata-rata mencapai kriteria tertentu. Penghargaan yang diberikan berupa pujian atau sertifikat.
5. Pengakuan tim, yaitu dengan memberikan penghargaan kepada kelompok.
B. Ciri-ciri Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD.
Menurut Slavin (2008: 10), ciri-ciri model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu:
1. Bahan pelajaran disajikan oleh guru dan siswa harus mencurahkan perhatiannya, karena hal itu akan mempengaruhi hasil kerja mereka dalam kelompok.
2. Anggota kelompok terdiri dari 4-5 orang siswa, mereka heterogen dalam berbagai hal seperti prestasi akademik dan jenis kelamin.
3. Setelah tiga kali pertemuan diadakan tes individu berupa kuis mengguan yang dikerjakan siswa sendiri-sendiri.
4. Materi pelajaran disiapkan oleh guru dalam bentuk lembar kerja siswa.
Penempatan siswa dalam kelompok lebih baik ditentukan oleh guru daripada memilih sendiri.
C. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD.
Sebagaimana setiap model pembelajaran, di satu sisi memiliki berbagai kelebihan, namun juga memiliki kelemahan, demikian halnya dengan STAD ini. Namun dalam STAD apa yang dikatakan kelemahan, sebenarnya adalah kesulitan dalam menerapkan STAD di kelas, kerumitan tersebut seminimal mungkin dapat diatasi. Adapun keuntungan model pembelajaran kooperatif adalah:
1. Adanya pengakuan dalam merespon perbedaan individu.
2. Mengharuskan setiap siswa aktif berinteraksi satu sama lain.
3. Saling ketergantungan positif dan kepercayaan kelompok dikembangkan.
4. Akuntabilitas/tanggung jawab.
5. Adanya penghargaan yang dapat memotivasi siswa
Sedangkan kelemahan model pembelajaran kooperatif adalah:
1. Kecocokan antar siswa, untuk membentuk kelompok kadang-kadang sangat sulit untuk menggabungkan siswa yang mau bekerja sama dengan baik.
2. Saat diskusi kelas terkadang di dominasi seseorang hal ini mengakibatkan siswa yang lain menjadi pasif.
3. Memerlukan waktu yang banyak, tenaga dan pikiran.
4. Ada kecenderungan topik permasalahan yang dibahas meluas.

Untuk men download makalah ini, silahkan anda klik link di bawah ini :

Download

No comments:

Post a Comment

Post a Comment